Alumni Stories: Methy gets an Award from President Jokowi



Methy, as she is affectionately called, is an inspiration for young people. Why so? Whilst most young people in her region strive to get low-level but steady jobs in government, she bravely made a conscious decision to set up her own sustainable business as a farmer-entrepreneur after her time at The Learning Farm.


Methy is from Timor, a region in the very Eastern parts of Indonesia with poorer soils and drier conditions than are ideal for agriculture. When she came to us at the Learning Farm she she is just another unemployed young girl from the rural areas, with no clear purpose in life.


Today, utilizing her family's land, Meithy grows and sells everything from melons to broccoli, and makes more than US$3,500 per harvest. Her success convinced her parents to join in to expand her agricultural business. Her accomplishments earned her a place in the 2018 Social Enterprise Bootcamp organized by DBS Bank (Development Bank of Singapore) in Jakarta, where she was one among 13 young entrepreneurs selected from 700 social enterprises throughout Indonesia.


Then, together with PLAN Indonesia (a foundation for the equality of girls), she initiated a partnership with farmer’s in several villages in her region, where 80% of the members are women. This partnership develops local farmer capacity on how to start a small business, how to farm organically and create new markets.



Then in August 9 2021 came the biggest honor and surprise for this plucky young woman. Methy was named Millennial Farmer Ambassador for the North Central Timor Regency. The appointment was officiated by the President of Indonesia, President Jokowi himself.


Methy’s achievements have inspired others and changed their perception that being a farmer can be a profitable profession.


“These days many young people still think that agriculture is a petty profession, they see it as muddy and less promising. After my time at The Learning Farm, I want to prove them wrong. Agriculture - more specifically organic farming, is one of the most promising businesses of the future.” - Maria Yumetri Omenu


(https://www.contribyoute.org/en/people/indonesia-people-agriculture-hope-education)




Methy, demikian ia akrab disapa, merupakan inspirasi bagi anak muda. Kenapa begitu? Sementara sebagian besar anak muda di wilayahnya berusaha untuk mendapatkan pekerjaan tingkat rendah tetapi tetap di pemerintahan, dia dengan berani membuat keputusan sadar untuk mendirikan bisnisnya sendiri yang berkelanjutan sebagai petani-pengusaha setelah waktunya di The Learning Farm.


Methy berasal dari Timor, sebuah wilayah di bagian paling timur Indonesia dengan tanah yang lebih buruk dan kondisi yang lebih kering daripada yang ideal untuk pertanian. Ketika dia datang kepada kami di Learning Farm dia hanyalah gadis muda pengangguran dari daerah pedesaan, tanpa tujuan hidup yang jelas. Saat ini, dengan memanfaatkan tanah keluarganya, Meithy menanam dan menjual segala sesuatu mulai dari melon hingga brokoli, dan menghasilkan lebih dari US$3.500 per panen. Kesuksesannya meyakinkan orang tuanya untuk ikut mengembangkan usaha pertaniannya. Prestasinya itu membuatnya mendapatkan tempat di Social Enterprise Bootcamp 2018 yang diselenggarakan oleh DBS Bank (Development Bank of Singapore) di Jakarta, di mana ia menjadi salah satu dari 13 wirausaha muda terpilih dari 700 wirausaha sosial di seluruh Indonesia.


Kemudian, bersama PLAN Indonesia (sebuah yayasan kesetaraan anak perempuan), ia memulai kemitraan dengan petani di beberapa desa di wilayahnya, di mana 80% anggotanya adalah perempuan. Kemitraan ini mengembangkan kapasitas petani lokal tentang bagaimana memulai usaha kecil, bagaimana bertani secara organik dan menciptakan pasar baru.


Kemudian pada 9 Agustus 2021 datanglah kehormatan dan kejutan terbesar bagi wanita muda pemberani ini. Methy dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial untuk Kabupaten Timor Tengah Utara. Pengangkatan tersebut diresmikan oleh Presiden Indonesia, Presiden Jokowi sendiri. Prestasi Methy telah menginspirasi orang lain dan mengubah persepsi mereka bahwa menjadi petani bisa menjadi profesi yang menguntungkan.


“Saat ini banyak anak muda yang masih menganggap pertanian sebagai profesi yang remeh, mereka melihatnya berlumpur dan kurang menjanjikan. Setelah waktu saya di The Learning Farm, saya ingin membuktikan bahwa mereka salah. Pertanian - lebih khusus pertanian organik, adalah salah satu bisnis paling menjanjikan di masa depan.” - Maria Yumetri Omenu


41 views

Recent Posts

See All